Jumat, 03 Februari 2012

MAHASISWA DAN KEPEMIMPINAN BANGSA


Muhammad Rajab*
            Ir. Sukarno pernah berkata: “Berikan saya 10 orang pemuda, akan saya ubah dunia”. Dalam pepatah arab juga dikatakan “syubbanul yaum rijaalul ghod (pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan”. Atau ada juga istilah lain yang mengatakan bahwa pemuda adalah tombak perjuangan bangsa.
            Beberapa ungkapan tersebut sama-sama menunjukkan bahwa ternyata pemuda mempunyai peranan penting dalam memperjuangkan bangsa. Pemuda adalah generasi masa depan yang dengan tangannya diharapkan dapat mengubah bangsa menuju bangsa yang bermoral dan beradab serta bangsa yang mempunyai peradapan maju.
            Mahasiswa merupakan salah satu dari bagian pemuda tersebut. Oleh karena itu mahasiswa sebagai orang yang tertinggi jenjang pendidikannya diharapkan dapat menjadi agent of social change (agen perubahan social) di tengah-tengah masyarakat.
            Apalagi jika melihat kondisi masyarakat saat ini yang semakin terpuruk, baik aspek moral, ekonomi, politik, pendidikan dan social. Maka, mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dalam perbaikan kondisi masyarakat Indonesia ke depan. Bapak Prof. Malik Fajar juga mengatakan di UMM DOME pada acara pembukaan PESMABA 2007, mahasiswa dididik oleh Universitas untuk menjadi tenaga ahli, calon pemimpin dan sumber kekuatan untuk membangun peradaban masa depan.
            Oleh karena itu, seharusnya bagi seorang mahasiswa untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa. Dalam artian bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Namun, bagaimana dia bisa belajar melalui lingkungan dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan keorganisasian. Baik yang intra kampus maupun yang ekstra kampus.
            Kenapa harus aktif dalam organisasi?. Perlu disadari bersama bahwa materi yang kita dapat di kelas paling hanya 25 persen. Itu pun tidak mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan di dalam masyarakat. Seperti, bagaimana mengatur dan memenej sesuatu dengan baik. Ilmu seperti ini hanya bisa didapat melalui kreativitas kita dalam berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan di luar kelas.
            Selain itu, kita sebagai mahasiswa juga perlu sadar bahwa menuntut ilmu itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di mana dan kapan pun kita bias belajar, baik melalui kegiatan-kegiatan seperti seminar, diskusi, organisasi atau pun lingkungan kita.
            Kesadaran akan hal ini sudah mulai merosot di kalangan mahasiswa. Sehingga tidak jarang ditemukan mahasiswa yang hanyan kuliah, habis kuliah langsung nangkring di jalan. Ada juga yang habis kuliah langsung pulang dan tidur-tiduran di kos, nonton TV dan lain sebagainya.
            Beberapa kriteria tersebut tak layak untuk dilakukan oleh seorang mahasiwa yang benar-benar mau belajar dan ingin memperbaiki keadaan masyarakat bangsa. Bagaimana bisa memperbaiki masyarakat sedangkan dirinya belum baik?.
            Dan yang perlu dilakukan oleh kita adalah bagaimana kita sekarang bisa introspeksi diri demi perjuangan bamngsa ke depan. Kekurangan yang pernah kita lakukan di masa lalu, kita perbaiki demi hari yang cerah di masa yang akan datang.
            Khusus, untuk mahasiswa baru (MABA), ingat pesan orang tua yang telah merelakan kepergian Anda untuk menuntut ilmu. Renungkan sedalam-dalamnya apa pesan orang tua kepada Anda sebelum Anda beranjak dari rumah.
            Semangat barumu adalah harapan bangsa. Langkah kakimu adalah perjuangan. Belajarmu adalah bekal. Jadikan setiap detik langkahmu sebagai bukti perhatianmu terhadap kondisi bangsa yang kian murat-marit. Karena Anda adalah pemimpin masa depan yang akan memperbaiki peradaban bangsa.
Menjadi Mahasiswa ideal
            Sebagai generasi penerus bangsa, idealnya seorang mahassiswa dapat memberikan sesuatu yang terbaik untuk diri sendiri, orang tua, kampus dan Negara. Tentunya untuk menjadi mahasiswa yang baik dan bias memberikan manfaat kepada diri, orang tua dan kampus serta bangsa, maka seharusnya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menuju itu.
            Maka satu hal yang sangat penting dalam perjalanan seorang mahasiswa untuk bias menjadi mahasiswa yang baik serta dapat mengabdi kepada agama, masyarakat dan bangsa, yaitu hendaknya adanya kesadaran yang mendalam dirinya, bahwa dia adalah harapan agama, masayrakat dan bangsa.
            Kesadaran tersebut tentunya tidak dapat muncul dengan sendirinya, walaupun bias, kemungkinannnya sangat kecil sekali. Nah, untuk menimbulkan kesadaran tersebut, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi seseorang, yaitu fakor heriditas (keturunan) dan factor lingkungan.
            Untuk itu, maka hendaknya seorang mahasiswa khususnya MABA mencari lingkungan yang baik, mulai dari memilih kost dan teman pergaulan sehari-hari. Sebab semua itu akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangannya.
             Dengan memilih lingkungan yang baik, maka secarra tidak langsung akan timbul kesadaran yang baik pula dalam dirinya. Baik itu dengan aktif di berbagai organisasi, aktif membaca dan meulis. Karena dengan bekal inilah dia akan dapat mengabdi kepada agama, masyarakat dan bangsa ketika telah lulus dari perguruan tinggi.

MENDIDIK DENGAN HATI


Oleh: Muhammad Rajab*
            Pendidikan merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Setiap orang membutuhkan yang namanya pendidikan, mulai sejak lahir hingga meninggal dunia. Pendidikan ini tidak akan pernah terlepas dari kehidupan manusia. Sebab manusia tanpa pendidikan tidak akan mempunyai arahan dan pegangan dalam beraktivitas.
            Jika kita bersandar pada teori, pada dasarnya pendidikan dibagi menjadi tiga macam, pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang dilakuakan secara khusus dan dalam bentuk formal, seperti sekolah dan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lainnya. Pendidikan non formal diselenggarakan di luar sekolah dengan jangka waktu yang relatif pendek, dan tidak diselenggarakan secara khusus di sekolah.
Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang tidak dilakukan dalam bentuk interkasi belajar antara guru dan murid, seperti Pendidikan yang terjadi sebagai akibat dari fungsi keluarga, media massa, pertunjukan-pertunjukan seni atau hiburan dan lain sebagainya.
Terlepas dari itu semua, pendidikan harus tetap dilakukan atas dasar rasa kasih sayang dan saling memberi. Dalam artian jangan sampai pendidikan dilaksanakanya hanya karena ingin mendapatkan embel-embel yang bukan merupakan tujuan utama dari pelaksanaan pendidikan itu sendiri.
Seorang guru di sekolah dan kepala keluarga di rumah harus mendidik anaknya dengan hati. Maknanya adalah bahwa mendidik harus didasarkan atas ketulusan dan rasa cinta yang mendalam dalam hatinya untuk berbagi ilmu dan wawasan bersama peserta didik.
Selain itu, di dalam mendidik anak tidak boleh mengedepankan emosi dan kekerasan. Sebab hal ini akan memberikan implikasi buruk terhadap perkembangan anak, baik kognitif, afektif dan psikomororiknya. Walaupun mau bersikap tegas kepada anak, maka ketegasan tersebut tetap harus  atas dasar ketulusan dan cinta kepada anak, bukan karena emosi dan mangkel akan perbuatan anak.
Kenapa harus demikian?. Perlu kita sadari bersama bahwa anak merupakan sosok yang bersih, suci. Jika kesuciannya dikotori dengan pendidikan yang salah, maka anak tersebut akan menjadi anak yang salah juga, begitu juga sebaliknya.  
Maka, peran utama keluarga sebelum anak menginjak dunia sekolah sangatlah besar. Keluarga harus bisa mengontrol perkembangan anak. Dan juga harus selalu mendidiknya dengan benar. Kesalahan keluarga dalam mendidik akan menjadikan masa depan mereka masa depan yang suram. Namun, jika keluarga mendidiknya dengan baik, dan dapat mengontrol pergaulan anak sehari-hari, maka ini juga akan menjadikan masa depan anak masa depan yang baik dan cemerlang.

Rabu, 01 Februari 2012

Maaf, Aku Hanya Bisa Menuliskan (nya?)

Sedih, cemas, takut, dan prihatin, mungkin itulah yang kurasakan sebagai seorang penulis “gadungan”. Aku tak tau apa yang harus ku katakan pada orang tertinggi di negari kaya alam tapi miskin ini. Akhirnya dengan penuh kecemasan, karena aku tak bisa berbuat apa-apa, maka hadirlah tulisan ini di hadapan pembaca semua.

Aku tak punya kekuasaan untuk berontak, juga tak punya power untuk mendobrak, apalagi jabatan yang mendukungku untuk mengungkapkan kekesalan ini. Tapi aku hanya bisa menekan keyboard net book mungil yang sudah setia menemaniku sejak dua tahun yang lalu ini. Ku berharap dengan satu dua tekanan yang aku lakukan minimal bisa membuat kita semua melek dan membaca sebuah keadaan untuk mengadakan perubahan. Mungkin Anda kenal Soe Hok Gie, seorang aktivis yang meninggal di puncak Semeru. Goresan penanya, walaupun hanya dalam catatan hariannya, bisa menggetarkan tirani kekuasaan pada masanya.

Langsung aja,,,,,,,,,

Hatiku mulai gelisah saat aku mengadakan perjalanan pulang ke tanah kelahiranku, Pulau Kangean. Pada awalnya aku tidak menyadari bahwa banyak keganjalan yang aku temukan ketika naik kapal dalam perjalanan baik pulang ke rumah maupun saat berangkat ke pulau seberang, Kalianget. Memang, waktu itu aku masih belum begitu “melek” dan belum bisa membaca kritis sebuah keadaan. Maklumlah anak pesantren yang katanya sebagian orang, anak pesantren adalah anak “kuper”- walaupun aku sebenarnya gak setuju dengan kata-kata itu-.

Sekitar tiga tahun lebih aku tidak menyadarinya, tapi semenjak aku mulai kuliah dan mulai memahami bagaimana bisa membaca keadaan yang tidak hanya sekedar membaca, tapi membaca secara kritis, aku mulai sadar. Ketika itu aku hendak pulang pada bulan Ramadhan, hatiku mulai berontak dan berontak, seakan tak mau menerima keadaan. Bagaimana tidak, kondisi kapal yang aku naiki bersama para konsulat Pulau Bekisar itu sangat memprihatinkan.

Tak perlu kusebutkan nama kapal itu, yang jelas kapal itu dua kali dalam seminggu mengadakan perjalanan ke Kangean. Aku sengaja keliling kapal untuk membenarkan apa yang selama ini menjadi keganjalan hatiku. Aku tak mau mengatakan tanpa pencarian terlebih dahulu. Terus aku keliling, ke depan, belakang, samping kanan, samping kiri, lengkap semua kujelajahi.

Di sinilah hatiku mulai berani berkata kalau kapal ini tak layak jalan untuk ditumpangi oleh para penumpang. Mengapa demikian, dalam pencarianku aku tak menemukan pelampung yang disediakan untuk para penumpang sama sekali. Bayangkan, perjalanan selama 9 jam, tapi tak tersedia pelampung untuk para penumpang. Yang ada hanya 3 atau 4 skoci di atas kapal. Tapi itu sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para penumpang yang jumlahnya ratusan itu.

Padahal tak jarang perjalanan ke pulau Kangean itu dihantam ombak sampai mencapai empat atau lima meter, atau mungkin lebih. Kebetulan waktu aku pulang, saat itu gelombang laut tidak begitu dahsyat alias cedhu (bahasa Kangean).

Saat itu aku bertemu dengan seorang Jurnalis –aku lupa namanya– ,ia adalalah wartawan salah satu Koran harian di Jakarta. Masih ingat waktu itu, aku berusaha ngobrol setelah aku juga mempernalkan diri bahwa aku juga seorang wartawan kampus. Aku paham jiwa seorang jurnalis, jurnalis tak akan pernah tenang hatinya melihat ketidakberesan yang ada di depannya.

“Pak, kapal penumpang ini tak layak berlayar,” ungkapku memulai pembicaraan berharap si Jurnalis tadi mau menanggapi pernyataanku.

“Kenapa mas,,” ia berttanya.

“Alhamdulillah ungkapanku ditanggapi,” gumam ku dalam hati.

Segera ku tanggapi pertanyaan pria yang umurnya kira-kira 40 an tahun itu –aku tak sempat tanya–.

“Gini pak, setelah aku keliling kapal ini, aku tak menemukan satu pelampungpun yang disediakan buat para penumpang, ada skoci tapi tu Cuma sedikit,” jawabku. Segera muka bapak tadi gelisah, maklum jurnalis. Ia hanya geleng-geleng kepala mendengar jawabanku.

Mungkin saudara-saudaraku dari Kangean yang pernah naik kapal ini pernah juga berpikiran sama seperti aku, namun tak ada kesempatan dan kekuatan untuk memberontak. Atau mungkin juga di antara mereka ada yang merasa nyaman-nyaman saja alias cuek terhadap masalah ini. Dan atau banyak juga di antara mereka yang benar-benar tidak menyadari ini. Gak tau ah….

Aku tak mengerti dengan pemerintah di negeri ini. Mengapa hal-hal yang demikian tak pernah terpikirkan. Atau mungkin terpikirkan tapi tak lagi perhatian. Transportasi akhirnya bukannya tambah membaik, tapi malah sebaliknya, semakin buruk dan semakin buruk. Akibatnya, banyak korban yang bertaburan akibat terjadinya kecelakaan transportasi, khususnya transportasi laut.

Memang tak semua kapal yang berlayar ke Kangean demikian kondisinya. Tentunya ada juga kapal yang bagus dan tersedia dengan fasilitas lengkap. Semoga transportasi Kalianget-Kangean semakin membaik. Amin… Mungkin tak hanya di Kangean yang mengalami kenyataan ini, tapi di tempat-tempat lain juga mungkin ada kenyataan yang sama.

Selasa, 31 Januari 2012

Menghubungkan Blog Dengan Facebook

Menghubungkan Blog Dengan Facebook klik

MEMAHAMI PERAN MEDIA DI MASYARAKAT


 
Judul               : Teknologi Industri Media &Perubahan Sosial
Editor              : Muslimin M. dan Frida Kusumastuti
Penerbit           : Sosiologi Komunikasi Pascasarjana UMM dan Buku Litera
Cetakan I        : 2010
Tebal               : 164 halaman
Peresensi         : Muhammad Rajab*

            Kehadiran media massa di tengah-tengah masyarakat sedikit banyak telah membuka mata masyarakat untuk melihat sebuah realitas sosial. Mulai keadaan sosial yang “putih” ataupun yang “hitam”. Dalam hal ini media sebagai fasilitator antara dua hal, yaitu sebuah peristiwa sebagai sebuah fakta dan masyarakat sebagai penerima kabar tentang peristiwa tersebut.
            Dalam pengantar buku ini, Rohman Budijanto menjelaskan bahwa media ada kemiripan dengan nabi dan dukun. Salah satu sebutan nabi adalah the messenger, sang pembawa pesan (banyak media berbahasa Inggris yang memakai nama “messenger”). Sedangkan dukun disebut sebagai medium, yang akar katanya sama dengan media. Media, nabi, dan dukun sama-sama sebagai perantara. Nabi memerantai manusia dengan Tuhan. Dukun memerantai kliennya dengan dunia ghaib, misalnya, mengaku bisa berkomunikasi dengan roh keluarga kliennya (atau “korbannya”). Sedangkan media menjadi perantara yang menyampaikan kabar sebuah diskripsi peristiwa atau pendapat sumber berita kepada orang lain. Kalau media personal seperti surat, menjadi perantara antarindividu. Sedangkan media massa menjadi perantara antara individu denga khalayak atau khalayak denga khalayak. (hal. vii)
            Buku ini merupakan sebuah analisis terhadap peran media massa terhadap perubahan masyarakat. Baik dalam dimensi sosial, ekonomi, politik dan pendidikan. Hal ini melihat perkembangan teknologi media yang semakin pesat. Tidak hanya degan koran atau media cetak lainnya, tapi sekrang hadir teknologi media informasi yang lebih canggih yaitu internet. Berbagai macam informasi bisa didapatkan melalui internet, bahkan ruang lingkup privasi pun bisa dijangkau dengan adanya media yang satu ini.
            Perkembangan teknologi informasi tersebut bisa menghadirkan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Mc Luhan (1994) menguraikan bahwa teknologi media modern memberikan dampak fundamental terhadap indra dan daya kognitif manusia. Bahkan dengan keberadaan teknologi media modern melahirkan kultur baru yang didominasi oleh indra visual atau penglihatan manusia. Perkembangan teknologi media elektronik modern misalnya telah menyatukan individu dalam sebuah jaringan komunikasi yang lebih bersifat instan yang disebut global village (desa global).
            Teknologi dunia modern terutama televisi dan internet menyebabkan tidak jelasnya batas-batas geografi  dan budaya masyarakat antara suatu negara dengan negara lainnya. Bahkan kondisi semacam ini menciptakan masyarakat pengguna berada dalam suatu keadaan “hyper-relitas” baru yang terintegrasi secara maya.
            Dengan posisi media seperti ini, dalam perkembangannya media massa diberi pemandu agar kedudukannya mulia. Pemandu itu bisa berupa kode etik atau sanksi hukum. Media diberi mahkota berupa rambu panduan itu agar mencapai kedudukan terhormat. Kalau tidak seperti nabi, setidaknya tidak tergelincir menjadi dukun yang penuh spekulasi, penipuan dan kebohongan. Media massa diberi tugas untuk mengontrol agar semuanya bisa diatur dengan akal sehat. Jika tidak , maka media akan mempunyai dampak buruk dan menjadi “kambing hitam” semua sebab di tengah-tengah masyarakat.
            Misalnya, dalam pembahasan Kapitalisme Media dan Budaya Pop,di dalam buku ini dijelaskan, bahwa sebenarnya peran media memiliki empat fungsi yakni menyampaikan informasi, alat edukasi atau pendidikan, menjadi kontrol sosial serta sarana hiburan atau entertainment. Namun karena Undang-Undang mengisayaratkan media massa juga berfungsi sebagai alat ekonomi, telah membuat media tampil sebagai alat mencari keuntungan. Dari itu maka bisnis media cukup padat modal, telah membuat mereka yang memiliki modal kuat yang akhirnya mampu bermain di media, dan tidak bisa dipungkiri para pemodal atau pemilik media akan mencari keuntungan. (hal. 51)

Pedang Bermata Dua
            Dengan pesatnya media informasi yang ada, baik cetak maupun elektronik menjadikan masyarakat semakin bebas dan luas dalam mengakses informasi apapun. Kini kebebasan informasi tersebut sudah menjadi bah. Maknanya seperti pedang bermata dua, yakni bisa membawa “kesuburan” bagi kemanusiaan, kalau kita bisa memanfaatkannya sebagai sumber informasi dan peluang-peluang baru. Sebaliknya kalau kita tidak bisa mengendalikan diri, kita bisa tenggelam dalam hal-hal yang tidak bermanfaat dan bahkan merugikan seperti pornografi, gossip, teori konspirasi, adu mulut dan segala sampah informasi lain.
            Sekarang kian nyaring suara-suara cemas, bahwa anak-anak kita, juga kita sendiri, bisa terpapar dampak negatif kebebasan informasi. Di sisi lain menolak reflek menolak pembatasan informasi juga muncul sama kuatnya, ketika ada usulan untuk menyensor “dunia hitam” dalam lembar-lembar informasi publik. Kita yang sudah lama terbelenggu rezim Orde Baru sangat sensitif terhadap segala jenis pembatasan.
            Untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai peran media dan segala konsekuensinya dalam kehidupan sosial. Pembaca bisa menelaah lebih mendalam tentang peran media dalam perubahan sosial di buku ini. Yang pada intinya buku yang ditulis secara kolektif ini merupakan sebuah sajian yang menarik untuk dikaji secara kritis, khususnya oleh kaum akademisi yang konsentrasi dalam kajian sosiologi komunikasi.

*MUHAMMAD RAJAB
Redaktur Koran Kampus Bestari dan Aktivis IMM FAI Unmuh Malang 

Minggu, 29 Januari 2012

Membuat Menu Multi Kolom


Membuat menu multi kolom disini maksudnya membuat lebih dari satu menu dalam satu kolom, ini berguna sekali untuk menghemat space blog anda yang sudah memiliki menu yang banyak seperti pada contoh screenshot berikut:




Langkah-langkah untuk membuat menu multi kolom silahkah ikuti seperti dibawah ini:
1. Login ke blogger anda
2. Layout-->Edit HTML
3. Kemudian cari kode ]]>
4. Masukan kode dibawah ini sebelum kode diatas

div.TabView div.Tabs
{
height: 24px;
overflow: hidden;
}
div.TabView div.Tabs a
{
float: left;
display: block;
width: 90px; text-align: center;
height: 24px;
padding-top: 3px;
vertical-align: middle;
border: 1px solid #000;
border-bottom-width: 0;
text-decoration: none;
font-family: "Times New Roman", Serif;
font-weight: 900;
color: #000;
}
div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active
{
background-color: #FF9900;
}
div.TabView div.Pages
{
clear: both;
border: 1px solid #6E6E6E;
overflow: hidden;
background-color: #FF9900;
}
div.TabView div.Pages div.Page
{
height: 100%;
padding: 0px;
overflow: hidden;
}
div.TabView div.Pages div.Page div.Pad
{
padding: 3px 5px;
}
Keterangan :

- Angka yang berwarna merah-->lebar kotak menu utama
- Angka yang berwarna biru--> tinggi kotak menu utama
- Kode yang berwarna hijau--> warna border menu utama
- Kode yang berwarna ungu-->warna Font menu utama
- Kode yang berwarna abu-abu-->Warna background menu utama
- Kode yang berwarna kuning-->Warna border kotak utama
- Kode yang berwana orange-->warna background kotak utama

Untuk mengetahui kode-kode warna silahkan klik disini

5. Silahkan masukkan kode dibawah ini sebelum kode

Keterangan
- kode yang berwarna hijau adalah title menu anda
- kode yang berwarna biru adalah lebar dan tinggi menu multi kolom
- kode yang berwarna merah adalah isi dari menu anda

Silahkan dicoba,,semoga berhasil!!!