Ads 468x60px

Photobucket

Jumat, 23 Oktober 2009

BENCANA AKIBAT ULAH MANUSIA

Oleh: Muhammad Rajab*

Tidak asing lagi di telinga kita, sering terdengar berita bencana alam, mulai dari tsunami, tanah longsor, banjir, dan akhir-akhir ini adalah gempa. Dalam satu bulan September kemarin terhitung terjadi tiga kali gempa di negeri ini. Gempa seakan menjadi hidangan khas bagi Indonesia yang tak bisa lepas dari bumi pertiwi ini.
Bencana alam yang terus menghiasi Indonesia ini merupakan satu tanda akan buruknya kondisi alam Indonesia. Hal ini tidak lain hanya dapat menambah beban berat bangsa ini. Bayangkan banyak sekali permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa. Mulai dari krisis di berbagai bidang hingga dengan kerusakan alam yang terus menggerogoti negeri tercinta ini.
Dengan munculnya berbagai masalah yang sering kali merepotkan bangsa, pemimpin kita semakin kewalahan dalam memecahkan masalah tersebut. Hal ini tidak lain diakibatkan oleh lambatnya para pemimpin bangsa dalam menyelesaikan satu masalah. Sehingga ketika ada masalah baru yang datang menimpa bangsa seperti gempa yang baru saja terjadi di Jawa Barat dan Sumatera Barat serta Jambi menjadikan Indonesia semakin pusing.
Saatnya Indonesia melihat ke dalam, artinya megngintrospeksi apa yang telah dilakukan selama ini. Karena boleh jadi musibah yang datang bertubi-tubi tersebut merupakan salah satu dampak dari perbuatan jahat (dosa) yang selama ini kita lakukan. Pasalnya, alam bisa saja murka atas kelakuan manusia yang tidak lagi ramah terhadap alam.
Dalam sebuah ayat al-Quran Allah berfirman: “nampaknya kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan oleh ulah tangan manusia” (QS. Ruum: 41). Ayat ini merupakan landasan teologis yang maknanya, bahwa segala kerusakan yang ada di bumi, baik di darat maupun di laut itu akibat tangan manusia.
Mungkin tidak disadari bahwa selama ini kita telah melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan alam yang berlaku, seperti membuang sampah sembarangan dan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Pelanggaran-pelanggaran tersebut yang akhirnya menjadikan alam kita murka yang ditunjukkan dalam bentuk bencana alam.
Kita tentunya tidak ingin bencana alam datang lagi kepada kita. Sudah banyak korban yang telah ditelan akibat datangnya bencana alam mulai dari bencana banjir, hingga gempa yang hari-hari ini masih hangat diberitakan media, yakni gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat dan Jambi.
Dan yang terpenting sekarang adalah bagaimana menjadikan bencana alam yang sudah menimpa negeri ini sebagai pelajaran berharga bagi kita untuk kemudian kita perbaiki ke depannya. Hal itu bisa ditunjukkan dengan mengurangi perbuatan dosa kita, baik terhadap Sang Pencipta alam semesta maupun terhadap alam itu sendiri.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kOMENTAR ANDA